MAHASISWA KKN 49 SUMUR DEWA MULAI PENGABDIAN FOKUS PADA LITERASI SAMPAH DAN SDGs
SUMUR DEWA - Pengantaran dan penerimaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 49 bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bpk. Andi Azhar, Ph.D secara resmi menemui Lurah Sumur Dewa di Kantor Kelurahan Sumur Dewa, Kota Bengkulu. Kunjungan silaturahmi sekaligus penyerahan peserta KKN ini menjadi penanda dimulainya rangkaian program pengabdian masyarakat di wilayah kelurahan tersebut.
Mengusung tema Melalui Literasi Sampah Menuju Kota Bengkulu yang Bersih, Indah, Sejuk, dan Asri (BISA), para mahasiswa merancang agenda kerja yang berorientasi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kesadaran ekologis warga, pemilahan limbah rumah tangga, serta pembentukan sistem pengelolaan lingkungan berbasis komunitas secara berkelanjutan.
Lurah Sumur Dewa menyambut hangat kedatangan para mahasiswa dan menegaskan komitmen pihak kelurahan untuk mendukung penuh pelaksanaan seluruh program kerja. "Kehadiran mahasiswa KKN sangat kami harapkan untuk membawa pendekatan segar dalam mengedukasi warga, khususnya mengenai pengelolaan sampah yang selama ini masih menjadi tantangan bersama," ujar Lurah Sumur Dewa saat berdialog di ruang kerjanya.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN Kelompok 49 menyampaikan bahwa program kerja yang disusun berlandaskan pada prinsip-prinsip SDGs, terutama indikator lingkungan hidup dan pemukiman yang berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa seluruh intervensi program dirancang agar memiliki dampak jangka panjang dan tidak berhenti saat masa KKN berakhir.
Selama masa pengabdian, kelompok mahasiswa ini dijadwalkan menjalankan beragam aksi lapangan, seperti pendampingan literasi sampah door to door, pelatihan pemanfaatan limbah organik, serta edukasi sanitasi lingkungan. Pendekatan partisipatif melibatkan tokoh masyarakat dan karang taruna setempat agar transfer pengetahuan berjalan optimal.
Pertemuan resmi yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan pemetaan lokasi fokus kegiatan serta penyelarasan jadwal lapangan dengan perangkat kelurahan. Sinergi antara akademisi, pemerintah tingkat kelurahan, dan warga Sumur Dewa ini diharapkan menjadi momentum nyata dalam menciptakan lingkungan Kota Bengkulu yang bersih, indah, sejuk, dan asri.

