BELAJAR JADI ANAK HEMAT, KELAS CILIK GREEN ACCOUNTING AJARKAN BIJAK GUNAKAN UANG
Pagar Dewa, 18 Agustus 2026 Siswa kelas 4, 5, dan 6 SD 56 Kota Bengkulu mengikuti kegiatan Kelas Cilik Green Accounting yang mengangkat edukasi tentang pengelolaan uang dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan yang disampaikan oleh Mahezza, Rina, Novian, Nades, dan Imelia ini mengusung jargon “Jago Mengatur Uang, Bijak Berbelanja, dan Peduli Lingkungan”. Pelaksanaan kegiatan turut dibantu oleh rekan-rekan KKN UMB 46 lainnya.
Materi diawali dengan pengenalan mengenai uang jajan dan cara menggunakannya secara bijak. Siswa diajak memahami bahwa uang yang dimiliki perlu digunakan berdasarkan kebutuhan dan prioritas. Melalui contoh sederhana seperti membeli makanan, alat tulis, sepatu sekolah, mainan, hingga barang baru karena tertarik dengan modelnya, siswa belajar membedakan kebutuhan dan keinginan.
Kegiatan kemudian dibuat lebih interaktif melalui permainan. Siswa diberikan beberapa pilihan barang dan diminta menentukan apakah barang tersebut termasuk kebutuhan atau keinginan. Rekan-rekan KKN UMB 46 turut mendampingi siswa selama permainan sehingga suasana belajar menjadi lebih santai dan menyenangkan.
Materi juga menghubungkan kebiasaan berbelanja dengan kepedulian terhadap lingkungan. Siswa dikenalkan pada konsep sederhana Green Accounting dan diajak memahami bahwa setiap keputusan membeli barang dapat memberikan dampak terhadap lingkungan. Contohnya dengan membawa tumbler dari rumah, menggunakan kembali tas yang masih layak, serta tidak membeli barang baru hanya karena mengikuti tren.
“Jago mengatur uang berarti kita tahu mana yang benar-benar dibutuhkan. Bijak berbelanja berarti tidak membeli sesuatu hanya karena ingin, dan peduli lingkungan bisa dimulai dari kebiasaan kecil yang kita lakukan setiap hari,” ujar salah satu pemateri saat memberikan penjelasan kepada siswa.
Melalui Kelas Cilik Green Accounting, para pemateri bersama rekan-rekan KKN UMB 46 berharap jargon “Jago Mengatur Uang, Bijak Berbelanja, dan Peduli Lingkungan” tidak hanya menjadi slogan, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tersebut diharapkan membantu siswa menjadi lebih hemat, bertanggung jawab dalam menggunakan uang jajan, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

